Jakarta Timur, rumahsehatalfian.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Program Studi Dharma Usada Institut Nalanda angkatan 2023–2024 resmi dimulai. Pembukaan berlangsung khidmat di Balai RW 011, Senin (4/5/2026), menandai awal pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendekatan kesehatan tradisional, edukasi, dan pemberdayaan komunitas. Acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh perangkat wilayah, tokoh masyarakat, serta sivitas akademika Institut Nalanda. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga setempat tampak solid sejak awal kegiatan.
Dalam sambutannya, R.M. Alfian, Br.M., S.Tr.Kes., S.T., S.Ud., B.Med., M.Si, Ketua Program Studi Dharma Usada Institut Nalanda, menegaskan bahwa KKN merupakan bagian integral dari pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara teori dan praktik. “KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi ladang pengabdian nyata untuk masyarakat. Mahasiswa harus hadir dengan solusi, empati, serta keilmuan yang aplikatif,” ujarnya di hadapan para peserta dan undangan.

Alfian juga menekankan pentingnya integrasi ilmu kesehatan tradisional—seperti terapi herbal, akupresur, serta pendekatan promotif dan preventif—dengan kebutuhan riil masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Program Studi Dharma Usada dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global. Puncak acara ditandai dengan pernyataan simbolis pembukaan KKN oleh R.M. Alfian, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program pengabdian tersebut.
Selama beberapa pekan ke depan, mahasiswa akan menjalankan sejumlah program, antara lain: edukasi kesehatan masyarakat, layanan terapi komplementer, penyuluhan gaya hidup sehat dan pemberdayaan potensi lokal berbasis kearifan tradisional. Dengan terselenggaranya KKN ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan secara berkelanjutan. KKN Dharma Usada Institut Nalanda di Balai RW 011 menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam pembangunan kesehatan berbasis komunitas. (Kel)





