Delegasi Indonesia Ikuti Pelatihan Standar Akupunktur Internasional di Tiongkok

Tiongkok, rumahsehatalfian.com – R.M. Alfian, S.Tr.Kes., S.T., S.Ud., B.Med., M.Si., selaku Kepala Program Studi S1 Dharma Usada Institut Nalanda Jakarta sekaligus Direktur Rumah Sehat Alfian, baru saja menyelesaikan partisipasinya dalam International Training Course on Application and Development Methodology of International Acupuncture and Moxibustion Standards yang diselenggarakan oleh World Federation of Acupuncture-Moxibustion Societies (WFAS) di Tiongkok pada 8–22 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Beijing, Tianjin, dan Zhengzhou ini diikuti oleh R.M. Alfian bersama tiga mahasiswa Program Studi Dharma Usada, yaitu Shinta Yulianingsih, Maulana Yusuf, dan staf Rumah Sehat Alfian, Muhammad Syaef Elhaq, sebagai bagian dari pendampingan akademik dan penguatan kapasitas klinis.


Dalam keterangannya usai kegiatan, R.M. Alfian menyampaikan bahwa program ini sangat strategis untuk meningkatkan kompetensi profesi di bidang akupunktur dan pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM). “Kami tidak hanya memperoleh pembaruan ilmu dari para ahli WFAS, tetapi juga melakukan observasi langsung di rumah sakit pendidikan, universitas, hingga industri farmasi seperti Tasly Pharmaceutical Group. Ini membuka wawasan tentang bagaimana standar internasional diterapkan dalam praktik klinis maupun penelitian,” ujarnya.

Selama rangkaian pelatihan, peserta mengikuti berbagai kuliah ilmiah, di antaranya tentang Research Progress of Acupuncture and Moxibustion oleh Presiden WFAS Liu Baoyan, standar terapi fire needle, tatalaksana rinitis alergi, serta panduan praktik klinis akupunktur untuk tinnitus dan gangguan pendengaran. Tidak ketinggalan, kunjungan ke The First Teaching Hospital of Tianjin University of TCM dan Henan University of Chinese Medicine menjadi pengalaman berharga dalam mengamati integrasi pendidikan, riset, dan layanan kesehatan.

R.M. Alfian juga mengapresiasi sesi tentang WHO Global Traditional Medicine Strategy 2025–2034 yang disampaikan oleh Kim Sung Chol. Menurutnya, arah kebijakan global ini selaras dengan upaya pengembangan layanan akupunktur dan terapi komplementer di Indonesia, khususnya di Rumah Sehat Alfian yang selama ini aktif dalam pelayanan berbasis pengobatan tradisional.

Program ditutup dengan ujian dan upacara penutupan pada 22 April 2026. R.M. Alfian berharap ilmu serta jejaring internasional yang diperoleh dapat segera diimplementasikan dalam kurikulum Program Studi Dharma Usada maupun layanan kesehatan di Rumah Sehat Alfian. “Kami ingin mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara lokal, tetapi juga mampu bekerja dengan standar global,” tegasnya.

Dengan partisipasi ini, Institut Nalanda Jakarta dan Rumah Sehat Alfian menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan berbasis akupunktur serta pengobatan tradisional di tingkat nasional maupun internasional. (Kel)