
Jakarta Timur, rumahsehatalfian.com – Dalam upaya meningkatkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan berbasis tanaman obat keluarga (TOGA) dan akupresur, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Duren Sawit, Jakarta Timur, menggelar kegiatan Penyegaran (Refreshing) bagi Kader Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA dan Akupresur (Asman TOGA) se-Kecamatan Duren Sawit. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (25/5), bertempat di Aula Puskesmas Duren Sawit ini diikuti oleh puluhan kader kesehatan dari berbagai kelurahan di wilayah Kecamatan Duren Sawit. Mengusung materi utama seputar pengolahan pasca panen TOGA hingga pemberdayaan masyarakat, acara ini berlangsung interaktif dari pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Hadir sebagai narasumber, R.M. Alfian, Br.M., S.Tr.Kes., S.T., S.Ud., B.Med, M.Si, yang merupakan pakar dan praktisi pengobatan tradisional sekaligus pemilik Rumah Sehat Alfian. Beliau menyampaikan materi berjudul “Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat Keluarga (TOGA) & Penyediaan Bahan Baku Obat Tradisional (Simplisia)” . Sementara itu, narasumber kedua, Elsa Budi Saputri, SKM selaku PJ Promosi Kesehatan dan Pelaksana Pemberdayaan Masyarakat Puskesmas Duren Sawit, memberikan materi mengenai “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” .
R.M. Alfian, yang juga dikenal sebagai praktisi pengobatan tradisional di Rumah Sehat Alfian, menyampaikan pentingnya pemahaman teknis pasca panen bagi para kader. Menurutnya, banyak masyarakat sudah menanam TOGA, namun gagal dalam proses pengolahan hingga menjadi simplisia yang berkualitas. “Menanam TOGA itu mudah, tetapi yang sering terlewat adalah proses pasca panen. Cara panen, pencucian, pengeringan, hingga penyimpanan sangat menentukan khasiat tanaman obat. Jika salah, hasilnya tidak optimal bahkan bisa berbahaya,”* ujar R.M. Alfian di sela-sela pemaparannya. Ia berharap para kader mampu menjadi ujung tombak kemandirian kesehatan keluarga di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, dr. Endang Sri Watiyuningsih, M.K.M. , selaku Kepala Puskesmas Duren Sawit, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan refreshing ini. Beliau menilai para kader Asman TOGA memiliki peran strategis dalam transformasi layanan kesehatan primer. “Kader Asman TOGA adalah ujung tombak edukasi di tingkat RT dan RW. Dengan penyegaran ini, kami ingin memastikan pengetahuan mereka tentang akupresur dan pengolahan TOGA tetap up to date. Apalagi saat ini kita sedang mendorong kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan, termasuk pencegahan penyakit tidak menular,”* ujar dr. Endang. “Kami sengaja menghadirkan praktisi seperti Pak Alfian karena beliau tidak hanya paham teori, tapi juga pengalaman beliau sangat kaya. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut,”* tambahnya.
Kegiatan yang juga disiarkan secara langsung (live streaming) melalui akun Instagram resmi @puskesmas_duren_sawit ini mendapatkan respons positif dari warga yang tidak dapat hadir langsung. Banyak warganet yang mengajukan pertanyaan seputar teknik sederhana untuk mengatasi keluhan umum seperti sakit kepala dan pegal linu. Para kader yang hadir tampak bersemangat mengikuti sesi tanya jawab dan praktik langsung. Salah satu kader dari Kelurahan Duren Sawit mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, terutama mengenai cara membuat simplisia yang benar. (Kel)




