
Nanchang, Tiongkok – R.M. Alfian Alim Zahir, Ketua Program Studi S1 Dharma Usada Institut Nalanda, turut serta dalam 2026 Shanghai Cooperation Organization (SCO) Forum on Traditional Medicine yang berlangsung di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok, pada 16–18 September 2026.
Forum berskala internasional ini mempertemukan para akademisi, praktisi, pimpinan lembaga, dan pemangku kepentingan di bidang pengobatan tradisional dari berbagai negara. Partisipasi R.M. Alfian merupakan langkah perluasan jejaring akademik internasional sekaligus upaya membuka ruang pertukaran ilmu dan penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, serta pengobatan tradisional.
Salah satu agenda utama forum ini adalah Sub-forum I: Dialogue on Traditional Medicine Education yang dipandu oleh Jiangxi University of Chinese Medicine pada 17 September 2026. Dialog tersebut mengupas berbagai isu strategis terkait masa depan pendidikan pengobatan tradisional, antara lain pengembangan standar pendidikan, pengakuan kualifikasi, pemanfaatan teknologi digital, serta integrasi pendidikan dan industri dalam menyiapkan tenaga profesional di bidang Traditional Chinese Medicine dan pengobatan tradisional.
Bagi Program Studi S1 Dharma Usada Institut Nalanda, pembahasan ini memiliki relevansi strategis. Pendidikan pengobatan tradisional kini tidak cukup hanya melestarikan pengetahuan dan kearifan warisan, tetapi juga perlu memperkuat kompetensi praktik, keselamatan layanan, literasi ilmiah, etika profesi, penelitian, serta kemampuan beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. “Forum internasional seperti ini penting sebagai ruang pertukaran pengetahuan sekaligus kesempatan membangun jembatan kolaborasi antara Indonesia dan berbagai negara. Pengobatan tradisional perlu dikembangkan secara ilmiah, aman, terstandar, dan tetap menghargai kearifan lokal setiap bangsa,” ujar R.M. Alfian.

Keikutsertaan dalam SCO Forum on Traditional Medicine 2026 juga membuka ruang bagi Institut Nalanda untuk bertukar perspektif mengenai pengembangan kurikulum, standardisasi kompetensi, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pemanfaatan teknologi dalam pendidikan pengobatan tradisional.
Pertemuan dengan akademisi dan delegasi internasional diharapkan dapat berkembang menjadi komunikasi dan kolaborasi kelembagaan yang lebih konkret pada masa mendatang. Bagi S1 Dharma Usada, jejaring internasional ini dapat menjadi salah satu penopang penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kualitas pembelajaran praktik, pengembangan penelitian pengobatan tradisional, serta kajian model pelayanan integratif yang memperhatikan bukti ilmiah, regulasi, etika, dan keselamatan masyarakat.
Keikutsertaan dalam SCO Forum on Traditional Medicine 2026 menjadi momentum bagi Institut Nalanda untuk memperluas wawasan mengenai tata kelola pendidikan pengobatan tradisional, peningkatan mutu, transformasi digital, penelitian, dan pengembangan profesional di berbagai negara. Hasil pertukaran akademik selama forum diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap menjadi program yang konkret dan terukur, antara lain melalui komunikasi antarlembaga, forum ilmiah, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta penjajakan agenda penelitian bersama.

Setiap bentuk kerja sama selanjutnya akan dikembangkan sesuai dengan kewenangan masing-masing institusi, regulasi yang berlaku, serta kesepakatan formal para pihak. Partisipasi R.M. Alfian dalam forum internasional tersebut sekaligus membawa semangat bahwa pengembangan pengobatan tradisional Indonesia dapat berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan global.
Melalui Program Studi S1 Dharma Usada, Institut Nalanda terus mendorong pendidikan pengobatan tradisional yang berbasis kompetensi, menjunjung etika dan keselamatan, memperkuat penelitian, melestarikan kearifan lokal, serta terbuka terhadap kolaborasi internasional. Dengan jejaring global yang semakin luas, Dharma Usada diharapkan tidak hanya berkembang sebagai bidang pendidikan di tingkat nasional, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam dialog internasional mengenai masa depan pengobatan tradisional yang ilmiah, aman, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Kel)




