
Jakarta Timur, rumahsehatalfian.com – Universitas Islam Jakarta (UID) mengikuti International Conference on Postgraduate Research 2026 yang berlangsung dari 31 Agustus hingga 3 September 2026. Konferensi ini menghubungkan empat kota, yakni Jakarta, Penang, Hat Yai, dan Kuala Lumpur, dengan mengangkat tema kolaborasi internasional, jejaring global, serta berbagai riset yang dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga memberikan sertifikat internasional bagi para peserta sebagai bentuk rekognisi atas partisipasi mereka dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik.
Pada sesi prosiding yang digelar 1 September 2026, salah satu riset yang dipresentasikan mengangkat judul “Integrating Islamic Education and Herbal Training for Community Empowerment in Majelis Taklim: A Systematic Literature Review and Conceptual Framework Development”. Penelitian ini merupakan tahap awal dari rencana studi lanjutan yang akan dilengkapi dengan need assessment. Tujuan akhirnya adalah menyusun sebuah disertasi yang diberi nama Pengembangan dan Validasi Islamic Herbal Community Empowerment Framework (IHCEF). Secara garis besar, penelitian ini berupaya merumuskan model yang memadukan pendidikan agama Islam dengan literasi kesehatan herbal, khususnya untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat di lingkungan Majelis Taklim.

Para peserta konferensi menilai pendekatan yang ditawarkan cukup relevan, karena menyentuh dua aspek sekaligus, yakni aspek spiritual dan aspek kesehatan fisik. Diharapkan, IHCEF nantinya dapat menjadi salah satu panduan bagi Majelis Taklim dalam menyusun program pemberdayaan yang lebih terarah. Dengan demikian, peran Majelis Taklim bisa diperluas tidak hanya sebagai tempat pengajian, tetapi juga sebagai wadah literasi kesehatan berbasis komunitas.
Konferensi ini merupakan salah satu bentuk dukungan Universitas Islam Jakarta terhadap pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sepanjang rangkaian acara yang berakhir pada 3 September 2026, berbagai diskusi dan presentasi berlangsung secara interaktif, dengan harapan hasil-hasil riset yang dipaparkan dapat ditindaklanjuti dan dimanfaatkan secara nyata, terutama di kawasan Asia Tenggara. (Kel)




